MAKALAH
Diajukan Guna Memenuhi Tugas Kelas
STRATEGI
PEMBELAJARAN
Dosen pengampu : Buntara adi,
S.S, M.Pd

Nama: Imam sodik prayogo
Nim:2113018
JURUSAN TARBIYAH
PROGAM STUDY PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NAHDLOTUL ULAMA (STAINU)
TEMANGGUNG 2014/2015
BAB I
STRATEGI, METODE, TEKNIK DAN MODEL PEMBELAJARAN
1.
Strategi pembelajaran
strategi pada
dasarnya masih bersifat konseptual
tentang keputusan-keputusan yang
akan diambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran.
2.
Metode pembelajaran
Metode
merupakan langkah operasional
dari strategi pembelajaran
yang dipilih dalam mencapai
tujuan belajar.
3.
Teknik pembelajaran
teknik pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang
dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu
metode secara spesifik.
4.
Model pembelajaran
model
pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu strategi, metode, dan teknik
pembelajaran.
BAB II
STRATEGI PENGORGANISASIAN,
PENYAMPAIAN, DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
1.
Strategi pengorganisasian pembelajaran
Strategi pengorganisasian adalah cara untuk membuat
urutan (sequencing) dan mensintesis (synthesizing) fakta, konsep, prosedur, dan
prinsip yang berkaitan dengan suatu isi pembelajaran. Strategi pengorganisasian
pembelajaran ada dua, yaitu strategi makro dan strategi mikro.
2.
Strategi penyampaian pembelajaran
Strategi penyampaian pembelajaran menekankan pada media
apa yang dipakai untuk menyampaikan pembelajaran, kegiatan belajar apa yang dilakukan
siswa, dan struktur belajar mengajar bagaimana yang digunakan. Dalam hal ini
media pembelajaran merupakan satu komponen penting dari strategi penyampaian
pembelajaran.
3.
Strategi pengelolaan pembelajaran
Strategi pengelolaan berkaitan dengan penetapan kapan
suatu strategi atau komponen strategi dapat dipakai dalam suatu situasi
pembelajaran. Paling tidak, ad empat hal yang menjadi urusan strategi
pengelolaan pembelajaran, yaitu:
a.
Penjadwalan pengunaan strategi pembelajaran
b.
Pembuatan catatan kemajuan belajar siswa
c.
Pengelolaan motivasional
d.
Kontrol belajar.
Di
dalam hubungannya, strategi pembelajaran dipengaruhi oleh kondisi pembelajaran.
Strategi pengorganisasian pembelajaran lebih banyak dipengaruhi oleh tujuan
pembelajaran dan karakteristik bidang studi. Strategi penyampaian pembelajaran
lebih banyak dipengaruhi oleh kendala dan karakteristik bidang studi. Strategi
pengelolaan pembelajaran lebih banyak dipengaruhi oleh karakteristik siswa. Hal
mini berarti strategi pembelajaran apa yang akan diterapkan harus disesuaikan
dengan kondisi yang ada. Hal ini juga menunjukkan bahwa tidak ada satupun
strategi pembelajaran yang sesuai atau cocok diterapkan untuk semua bidang
studi atau siswa.
BAB III
KOMPONEN
STRATEGI PEMBELAJARAN
1.
Tujuan
Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam
sistem pembelajaran. Mau dibawa kemana siswa, apa yang harus dimiliki oleh
siswa, semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.
2.
Bahan pelajaran
Bahan pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran.
Karna tanpa bahan pelajaran kita tidak dapat melakukan proses pembelajaran.
3.
Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam
pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam
proses belajar mengajar.
4.
Metode
Metode adalah cara yang digunakan oleh pengajar dalam
menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik dalam mencapai tujuan
pembelajaran dan komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan.
5.
Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam
rangka mencapai tujuan pengajaran. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam
memilih alat/media adalah:
a. Ketepatan
dengan tujuan pembelajaran
b. Dukungan
terhadap isi pelajaran
c. Kemudahan
memperoleh media
d. Keterampilan
guru dalam menggunakannya
e. Ketersediaan
waktu menggunakannya
f. Sesuai
dengan taraf bepikir siswa.
6.
Sumber pelajaran
Sumber pelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk
belajar seseorang. Macam-macam sumber belajar sebagai berikut:
a. Manusia
(dalam keluarga, sekolah dan masyarakat)
b. Buku/perpustakaan/bahan
materi
c. Media
massa (majalah, surat kabar, radio, tv, dll)
d. Alam
lingkungan
e. Alat
pengajaran (buku pelajaran, tape, proyektor, dll)
f. Museum
(tempat penyimpanan benda-benda kuno)
g. Aktivitas
yang meliputi: pengajaran berprogram, simulasi, karyawisata, sistem pengajaran
modul.
7.
Evaluasi
Melalui komponen terakhir dalam proses pembelajaran ini,
kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen sistem
pembelajaran atau dengan kata lain hasil dari satu kesatuan sistem pembelajaran
yang telah dijalankan.
BAB IV
KONSEP DASAR STRATEGI
PEMBELAJARAN
1.
Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi peubahan perilaku
pelajar
2.
Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap
masalah belajar mengajar, memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar
3.
Norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar
mengajar.
BAB
V
SASARAN
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN TAHAPAN INSTRUKSIONAL
Sasaran kegiatan belajar mengajar
Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) ada
beberapa sasaran yang ingin dicapai, yaitu:
1.
Tujuan Nasional
2.
Tujuan Institusional
3.
Tujuan Kurikuler
4.
Tujuan Instruksional
5.
Umum
6.
Khusus
Tahapan instruksional terdiri dari:
1.
Penentuan tujuan-tujuan yang spesifik
Model instruksional ini menuntut agar
tujuan-tujuan tersebut dirumuskan secara jelas dan tegas dalam bentuk perilaku
siswa.
2.
Penilaian pendahuluan
Satu keuntungan nyata dari penilaian
pendahuluan ialah bahwa guru dapat mengetahui sudahkah siswanya memiliki
perilaku yang hendak dikembangkannya.
3.
Pengajaran
Pada tahap ini guru merencanakan program
pengajaran yang diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan yang dikehendakinya.
4.
Penilaian
Pada waktu inilah guru menentukan sudahkah
siswa-siswanya seperti yang direncanakan ketika ia merumuskan tujuan-tujuan.
BAB
VI
PEMBENTUKAN
KONSEP DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Konsep adalah hasil
berfikir abstrak manusia yang merangkum banyak pengalaman, dengan lebih dari
satu benda, peristiwa atau fakta dan menyangkut perkaitan fakta. Konsep itu
semacam symbol dan merupakan suatu generalisasi. Suatu konsep dapat dianggap
kurang tepat disebabkan timbulnya pengetahuan baru sehingga konsep tersebut
harus mengalami perubahan. Konsep itu berguna untuk membuat ramalan dan
tafsiran. Belajar konsep merupakan hasil utama. Pendidikan konsep merupakan
batu pembangun (building blocks) berpikir, konsep merupakan dasar bagi proses
mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip dan generalisasi, untuk
memecahkan masalah seorang siswa harus mengetahui aturan yang relevan dan
aturan ini didasarkan pada konsep yang diperolehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar